Showing posts with label kimia fisika. Show all posts
Showing posts with label kimia fisika. Show all posts

Thursday, July 14, 2011

hasil kali kelarutan

Hasil kali kelarutan adalah hasil kali kosentrasi ion-ion suatu elektrolit (Ksp) dalam larutan yang tepat jenuh. Hasil kali kelarutan jenuh suatu garam, yang mengandung garam tersebut yang tak terlarut dengan berlebihan merupakan suatu system kesetimbangan terhadap hukum kegiatan massa dapat diberlakukan. Misalnya timbal clorida (PbCl2) jenuh dapat ditulis sebagai berikut :

PbCl2     -->  Pb2+ + 2Cl-

Dalam hal ini kesetimbangan adalah kompromi dinamika dimana kecepatan keluarnya partikel dari fase pekat sama dengan kecepatan baliknya. Ini merupakan kesetimbangan heterogen, karena PbCl2 ada dalam fase padat, sedang ion-ion Pb2- + 2Cl- ada dalam fase terlarut.
Tetapan Kesetimbangan dapat ditulis :
K =      [Pb2+] [Cl-]                   
                [PbCl]

Kosentrasi timbal klorida dalam fase padat tak berubah dan dapat dimasukkan kedalam tetapan baru
Ksp = (Pb-2) (Cl-)2
Jadi dapat dinyatakan bahwa dalam larutan jenuh suatu elektrolit yang sangat sedikit larut, hasil kali konsentrasinya untuk setiap ion-ionnya tertentu adalah konstan dengan kosentrasi ion dipangkatkan dengan bilangan sama dengan jumlah ion bersangkutan yang dihasilkan oleh disosiasi dari suatu molekul elktrolit.

Nilai Ksp berguna untuk menentukan keadaan senyawa ion dalam larutan, apakah belum jenuh atau lewat jenuh, yaitu dengan membandingkan hasil kali ion dengan hasil kali kelarutan. 

diagram terner

Sistem tiga komponen atau phase menghasilkan V= s-p. bila terdapat suatu phase maka V=4, oleh karenanya penggambaran secara geometric yang lengkap memerlukan ruang berdimensi empat. Bila tekanan tetap, ruang tiga dimensi dapat digunakan. Bila baik suhu maupun tekanan maka V= s-p dan system dapat digambarkan dalam ruang dua dimensi :p=1, V=2 (bervarian) p=2, V=1 (univarian), p=3, V=0 (invariant).
Suatu sistem tiga komponen mempunyai perubahan komposisi yang bebas, sebut saja X2 dan X3, jadi komposisi suatu system tiga komponen dapat di alurkan dalam koordinat carles dengan X2 pada salah satu sumbunya dan X3 pada sumbu yang lain yang di batasi oleh garis X2+X3=1. Karena X itu tidak simetris terdapat 3 komponen, biasanya di alurkan pada suatu segi tiga sama sisi dengan tiap-tiap sudutunya menggambarkan suatu komponen murni. Bagi suatu segi tiga sama sisi jumlah jarak dari seberang titik didalam segi tiga ketiga sisinya sama dengan tinggi segi tiga tersebut. Jarak antara tiap sudut ketengah-tengah sisi yang berhadapan di bagi 100 bagian sesuai dengan komposisi dalam persen  untuk memperoleh suatu titik tertentu dengan mengukur jarak terdekat ketiga sisi segi tiga.
Zat cair yang hanya sebagian larut dalam zat air lainya dapat dinaikan kelarutanya dengan menambahkan zat cair yang berlainan dengan kedua zat cair yang lebih dahulu di campurkan. Bila zat cair yang ketiga ini hanya larut dalam salah satu zat cair yang terdahulu maka biasanya kelarutan dari kedua zat cair yang terdahulu itu akan menjadi  lebih kecil. Tetapi bila zat cair yang ketiga itu larut kedua zat cair yang terdahului akan menjadi lebih besar. Gejela ini dapat terlihat pada system kloroform-asetat glacial-air. Bila asam asetat di tambahkan kedalam suatu campuran heterogen dari kloroform dan air pada suhu tertentu kelarutan kloroform dalam air itu akan bertambah sehingga pada suatu ketika akan menjadi homogen. Jumlah asam asetat yang harus di tambahkan untuk mencapai titik homogen tergantung dari komposisi campuran klorofirm dan air.
Gajala serupa akan terjadi bila air di tambahkan kedalam campuran kloroform dan asam asetat yang homogeny, karena saling melarut.pda penambahan jumlah air tertentu campuran yang tadinya homogen akan menjadi heterogen tergantung dari komposisi kloroform-asam asetat.
Diagram tiga sudut
diagram tiga sudut atau diagram segitiga berbentuk segitiga sama sisi dimana sudut-sudurnya di tempati oleh komponen zat. Sisi-sisinya itu terbagi dalam ukuran yang menyatakan 100% zat yang berada pada tiap sudutnya. Untuk menentukan letak titik dalam diagram segitiga yang menggambarkan jumlah kadar dari masing-masing komponen, di lakukan sebagai berikut;
pada salah satu sisinya di tentukan dua titik yang menggambarkan jumlah kadar zat dari masing-masing zat yang menduduki sudut pada kedua ujung sisi itu. Dari dua titik ini di tarik garis yang sejajar dengan sisi yang di hadapinya. Titik dimana kedua garis itu menyalin, menggambarkan jumlah kadar masing-masing.